Kepada Yang Mulia
Gubernur/Kepala Daerah Propinsi Jambi
Bapak Zumi Zola.
Menanggapi sidak Bapak Gubernur Jambi di RSUD Jambi, saya berfikiran
positif. Bapak mau melihat sendiri kondisi dilapangan bagaimana kondisi
di rumah sakit dinihari. Itulah fakta yang Bapak temui dan membuat bapak
berlaku seperti yang kita lihat di rekaman rekaman yang beredar di
medsos
.
Jika Bapak beranggapan bahwa ini adalah suatu kegagalan,
maka kegagalan itu adalah kegagalan pimpinan. Tanggung jawabnya adalah
tanggung renteng mulai dari atas sampai ke bawah. Tentu saja Bapak
sendiri dan Kepala Dinas serta Direktur RS sangat bertanggung jawab.
Ada satu hal yang mungkin bawahan bapak lupa menyampaikan. Pelayanan di
RS merupakan suatu sistem mulai dari "front office" ditempat
pendaftaran yang dilakukan tenaga non medik, kemudian dilayani perawat
dan dokter di triase yang memilah milah pasien berdasarkan urgensi
pasien. Sampai nanti pasien jika perlu ditangani dan dioperasi oleh
dokter bedah. Atau diobati oleh dokter penyakit dalam, dokter anak atau
dokter kandungan. Sistem ini bergerak dan yang diukur adalah respon dari
sistem ini. Dikenal dengan nama "respon time".
Jika tidak ada
pasien dan tidak ada pemberitahuan dari "Front Ofiice" bahwa ada pasien,
maka sistem ini akan "dormant". Buat apa dokter spesialis bedahnya
bangun sementara operasi tidak ada dan pasien yang ditangani tidak ada.
Buat apa dokter spesialis penyakit dalamnya melek terus sementara pasien
yang urgen ditangani tidak ada. Yang sangat perlu adalah , jika ada
pasien perlu ditangani maka sistemnya langsung jalan.
Sebaiknya
jika Bapak mau menilai RS di wilayah yang Bapak pimpin, itulah yang
dinilai. Kirim dan ikuti seorang pasien secara diam diam mulai dari
pendaftaran sampai dia mendapat pelayanan. Ukur waktunya. Lihat respon
petugasnya. Lihat cara mereka melayani orang sakit. Manusiawikah mereka
terhadap pasien. Dengan cara begini Bapak akan mendapatkan data yang
sangat akurat dan bisa dipertanggung jawabkan serta bisa menghapus kesan
kurang baik.
Berbicara soal manusiawi, lihat juga , apakah
memang petugas petugas medis, paramedis dan non medis yang merupakan
anak buah bapak diperlakukan manusiawi. Lihat makanan mereka, lihat
minuman mereka, lihat pakaian mereka dan jangan lupa lihat wajah mereka
dengan hati. Lihat dengan hati yang jernih. Lihat baju lusuh mereka,
lihat mata merah mereka Bapak akan mendapat banyak hal yang akan
mengejutkan Bapak sendiri. Dan data yang Bapak peroleh bukan hanya bisa
digunakan di Jambi, tetapi juga bisa sampai ke luar Jambi. Bahkan bisa
anda jadikan contoh di nasional
Bapak lihat daftar jaga mereka,
tanya kapan mereka berangkat dari rumah dan kapan mereka pulang. Kapan
mereka bisa berkumpul dengan keluarga. Tanya bagaimana kondisi anak anak
mereka, tanya bagaimana istri mereka. Panggil pimpinan mereka, panggil
direktur mereka, panggil semua pihak yang berkepentingan . Akan lebih
banyak hal yang Bapak peroleh ketimbang hanya menemukan petugas
"tertidur". Data Bapak akan sangat berguna.
Pasien diruangan
adalah pasien yang sudah stabil dan tidak perlu dipelototin 24 jam, juga
kalau dipelototin gak ada gunanya karena pasien tidur. Beda jika Bapak
Gubernur meninjau ICU dan HCU . Pasiennya perlu dipantau terus langsung
dan angka angka vital nya di monitor. Ini memang perlu ada petugas yang
memantau perubahan pada pasien.
Akan lebih bagus juga Bapak
melihat pendapatan mereka. Tanya satpam, tanya pegawai, tanya dokter
berapa pendapatan mereka. Apa yang mereka bawa pulang. Apakah mereka
memiliki rumah. Cukupkah pendapatan mereka untuk membeli atau hanya
menyewa rumah dari gaji yang mereka bawa pulang.
Terima kasih
kepada Bapak, karena dengan cara begini sebetulnya membuka juga ruang
bagi kami agar Pemda memperlakukan tenaga kesehatan lebih manusiawi
kedepannya dengan jam kerja yang jelas sama seperti pegawai lain.
Wajar juga jika kami meminta diperlakukan layak, bekerja yang layak,
istirahat yang layak. Beranikah Bapak memberlakukan untuk Propinsi Jambi
jam kerja tenaga kesehatan sama dengan jam kerja pegawai negeri lain.
Jika kami sudah bekerja sudah 40 jam dalam seminggu maka kami boleh
istirahat di rumah tanpa diganggu oleh panggilan dinas dan tugas jaga.
Jika bisa kami salut dan kami sangat mengapresiasi Bapak.
Jakarta, 21 Januari 2017
Patrianef
Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar